Kamis, 30 Juni 2011

Teori renungan


Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung.Biasanya manusia akan merenung apabila ada sesuatu atau musibah yang terjadi.
Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain :
·         Teori pengungkapan
·         Teori metafisik
·         Teori psikologis

1.    Teori Pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.

2.    Teori Metafisik
Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.
3.    Teori Psikologis
Salah satunya ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Seni merupakan semacam permainan y menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.
Setiap kegiatan untuk merenung atau mengavaluasi segenap pengetahuanyang dimiliki dapat disebut penalaran.Penalaran merupakan kegiatan berpikir yang juga menyandarkan diri kepada suatu analisis. Analisis adalah kegiatan berpikir berdasarkan langkah- langkah tertentu, sehingga pengetahuan yang diperoleh disebut pengetahuan tidak langsung.Pemikiran ilmiah (keilmuan) dan pemikiran kefilsafatan mendasarkan diri kepada logika analitik. Hanya saja pemikiran kefilsafatan mempunyai karakteristik sendiri yang berbeda dengan karakter keilmuan.
Pemikiran kefilsafatan mempunyai 3 macam ciri, yaitu :
·         Menyeluruh, artinya pemikiran yang luas, bukan hanya ditinjau dari sudut pandang tertentu. Pemikiran kefilsafatan ingin mengetahui antara ilmu yang satu dengan ilmu-ilmu yang lain. Hubungan ilmu dengan mor al seni dan tujuan hidup.
·         Mendasar, artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental (keluar gejala), sehingga dapat dijadikan dasar berpjak bagi segenap bidang keilmuan. 
Spekulatif,artinya hasil pemikiran yang di dapat diijadikan dasar untukpemikiran-pemikiran selanjutnya.Hasil pemikirannya selalu dimaksudkan sebagai dasar untuk menjelajah wilayah pengetahuan yang baru.




Sumber : andiidian.blogspot.com

Penderitaan dan perjuangan


Penderitaan memang selalu hadir dalam kehidupan kita, tidak berarti hidup adalah menderita / hidup adalah untuk penderitaan. namun "Hidup adalah Berjuang karena Hidup adalah Perjuangan". Jadi mau tidak mau kita selalu dituntut untuk terus berjuang dlam hal apapun. dan percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang sia - sia. Setelah perjuangan terlaksana dan pasrah kepada Tuhan. maka dari itulah gunanya bersosialisasi, dengan bersosialisasi kita dapat saling membantu dalam susah maupun senang dengan sesama manusia dalam menyelesaikan masalah dan menyelesaikan penderitaan. namun jangan lupa disertai doa pula.Manusia hanya merencanakan selebihnya adalah kehendak Tuhan.

          Waspada akan penderitaan boleh dalam berbagai hal namun tetap kita tidak dapat menghindar dari penderitaan, satu - satunya jalan keluar adalah dengan melewatinya. Hal ini nampak bila ditinjau jenjang karir sejarah orang - orang besar disekitar kita yang benar - benar berhasil oleh karena usahanya sendiri dan bantuan Tuhan.

          Penderitaan kerap kali disebar luaskan dan diumumkan di berbagai media layaknya Surat Kabar, TV, Radio, Internet dengan maksud mengetuk hati kita selaku pembaca dan pendengar media untuk menggerakan rasa empati* rasa kemanusiaan agar dapat turut berbelasungkawa atas penderitaan yang terjadi dan selaku manusia sosial yang saling tolong menolog megggerakan hati kita untuk membantu mereka yang menderita karena bencana, dan penderitaan lainnya. Tetapi media juga kerap kali membuat seseorang dalam keadaan menderita, seperti contoh banyak privasi orang yang dibongkar dan disebarluaskan tanpa ijin untuk menjatuhkan orang tersebut.
            Oleh Karena itu, penderitaan dan perjuangan itu sebenarnya saling berhubungan erat, banyak orang yang menderita karena memperjuangkan hak mereka. Tetapi kita harus tetap selalu ingat bahwa sekalipun menderita kita harus terus melakukan perjuangan dalam melakukan hal-hal yang baik, karena terkadang penderitaan adalah ujian dari Tuhan dan Tuhan tidak akan memberikan cobaan berupa penderitaan yang tidak mampu dihadapi umat-Nya.

Sumber : septiarnita.blogspot.com

Kekalutan mental dan gejala-gejalanya


Pengertian kekalutan mental merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat mendapat kekalutan mental berarti seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan mental dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan oleh orang tersebut. Dengan mental yang jatuh tersebut tak jarang membuat orang yang mengalami kejatuhan mental menjadi tak waras lagi atau gila. Karena itu orang yang mengalami kejatuhan atau kekalutan mental seharusnya mendapat dukungan moril dari orang-orang dekat di sekitarnya seperti orangtua, keluarga atau bahkan teman-teman dekat atau teman-teman pergaulannya. Hal tersebut dibutuhkan agar orang tersebut mendapat semangat lagi dalam hidup. Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : 
·         Kepribadian yang lemah
·         Terjadinya konflik sosial budaya
·         Cara pematangan batin,
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti : 
·         Kota-kota besar 
·         Anak-anak muda usia 
·         Wanita 
·         Orang yang tidak berguna 
·         Orang yang terlalu mengejar materi
Gejala-gejala kekalutan mental berhubungan dengan gangguan jiwa, tahapan-tahapan seseorang mengalami gangguan jiwa merupakan suatu gejala yang di sebabkan oleh kekalutan mental, adapun tahapan-tahapan dalam gangguan jiwa adalah sebagai berikut :
·         Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik  jasmani maupun rohaninya. 

·         Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga  cara bertahan dirinya salah, pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan  bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. 
·         Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan  mengalami gangguan. 

SSumber : www.wikipedia.org

Phobia dan jenis-jenisnya



Secara umum, phobia adalah rasa ketakutan kuat (berlebihan) terhadap suatu benda, situasi, atau kejadian, yang ditandai dengan keinginan untuk ngejauhin sesuatu yang ditakuti itu. Bedanya sama rasa takut biasa adalah, hal yang ditakuti sebenarnya nggak menyeramkan untuk sebagain besar orang. Phobia terjadi karena adanya faktor biologis di dalam tubuh, seperti meningkatnya aliran darah dan metabolisme di otak.Bisa juga karena ada sesuatu yang nggak normal di struktur otak.Tapi kebanyakan psikolog setuju, phobia lebih sering disebabkan oleh kejadian traumatis.
Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya. Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus. Sementara di bayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.
Dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus menerus dengan subjek Fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takutnya. Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula disebabkan oleh suatu keadaan yang sangat ekstrem seperti trauma bom, terjebak lift dan sebagainya.
Beberapa istilah sehubungan dengan fobia :
·        afrophobia — ketakutan akan orang Afrika atau budaya Afrika.
·        agoraphobia - takut pada lapangan
·        antlophobia — takut akan banjir.
·        bibliophobia - takut pada buku
·        caucasophobia — ketakutan akan orang dari ras kaukasus.
·        cenophobia — takut akan ruangan yang kosong.
·        claustrophobia - takut akan naik lift.
·        dendrophobia - takut pada pohon
·        ecclesiophobia - takut pada gereja
·        felinophobia - takut akan kucing
·        genuphobia - takut akan lutut
·        hydrophobia — ketakutan akan air.
·        hyperphobia - takut akan ketinggian
·        iatrophobia - takut akan dokter
·        japanophobia - ketakutan akan orang jepang
·        lygopobia - ketakutan akan kegelapan
·        necrophobia - takut akan kematian
·        panophobia - takut akan segalanya
·        photophobia — ketakutan akan cahaya.
·        ranidaphobia - takut pada katak
·        schlionophobia - takut pada sekolah
·        uranophobia - ketakutan akan surga
·        venustraphobia - takut pada perempuan yang cantik
·        xanthophobia - ketakutan pada warna kuning
·        arachnophobia - ketakutan pada laba-laba
·        lachanophobia - ketakutan pada sayur-sayuran


ASumber : www.wikipedia.org

Contoh siksaan



Rasa Sakit
Rasa sakit adalah rasa yang penderita akibat menderita suatu penyakit. Rasa sakit ini dapat menimpa setiap manusia. Kaya-miskin, besar-kecil, tua-muda, berpangkat atau rendahan tak dapat menghindarkan diri darinya. Orang bodoh atau pintar, bahkan dokter sekalipun. Penderitaan, rasa sakit, dan siksaan merupakan rangkaian peristiwa yang satu dan lainnya tak dapat dipisahkan merupakan rentetan sebab akibat. Karena siksaan, orang merasa sakit; dan karena merasa sakit, orang menderita. Atau sebaliknya, karena penyakitnya tak sembuh-sembuh, ia merasa tersiksa hidupnya, dan mengalami penderitaan. Rasa sakit tidak hanya dapat dirasakan oleh fisik saja tetapi juga dapat dirasakan oleh batin ataupun kejiwaan seseorang.
Neraka
Berbicara tentang neraka, kita selalu ingat kepada dosa. Juga terbayang dalam ingatan kita, siksaan yang luar biasa, rasa sakit dan penderitaan yang hebat. Jelaslah bahwa antara neraka, siksaan, rasa sakit, dan penderitaan terdapat hubungan yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Empat hal itu merupakan rangkaian sebab-akibat. Manusia masuk neraka karena dosanya. Oleh karena itu, bila kita berbicara tentang neraka tentu berkaitan dengan dosa. Berbicara tentang dosa juga berbicara tentang kesalahan.
Neraka adalah suatu tempat yang nantinya akan menjadi tempat bagi-bagi orang-orang berdosa yang telah melanggar apa yang telah di perintah oleh Tuhan YME. Ini pun tidak semua orang mempercayai nya, neraka hanya dianggap ada bagi orang-orang yang mengganggap bahwa Tuhan itu ada meskipun berbeda-beda cara menjalani keyakinannya.

Siksaan dan contoh siksaan psikis


Siksaan merupakan suatu penderitaan yang diterima oleh seseorang.Penderitaan itu sendiri berbentuk penganiayaan.Seseorang mengalami penganiyaan yang membuatnya mendapat siksaan dan merasa tersiksa.Kenyamanan tentu saja tidak dapat oleh seseorang yang mengalami siksaan tersebut. Dengan siksaan yang didapat oleh seseorang, pastilah akan membuat orang itu mendapat luka baik luka fisik maupun luka hati atau yang lebih terkenal dengan nama ‘sakit hati’. Bahkan tidak hanya luka yang didapat oleh orang yang disiksa, akan tetapi juga tidak sedikit dendam yang timbul dari orang yang disiksa tersebut terhadap orang yang menyiksanya. Oleh karena itu mestinya tak ada lagi orang yang semena-mena menyiksa orang lain agar tak timbul lagi suatu dendam. Yaitu dengan membuat peraturan atau hukum yang sudah ada seprti sekarang ini


Siksaan dapat diartikan sebagai siksan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbulah penderitaan. Berikut merupakan siksaan rohani/psikis, yaitu:
·        Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.
·        Kesepian dialami seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
·        Ketakutan merupakan berntuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan byang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Banyak sebab orang menjadi phobia.

Siksaan juga dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Dalam kitab suci al-quran dijelaskan tentang siksaaan yang dialami manusia nanti jika musyrik, syirik, dengki, fitnah, mencuri, bohong dan sebagainya.antara lain dalam (surat al-ankabut ayat 40)

Contoh penderitaan



·         Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan ini menyangkut tentang manusia dan lingkungan sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia hingga menjadi nasib baik. Dengan kata lain manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Tetapi kalau takdir Allah yang menentukan kita hanya bisa menerima, sedangkan nasib buruk itu manusia sebagai penyebabnya. Maka dari itu manusia dituntut untuk berusaha untuk mendapatkan kehidupan sebaik baiknya dengan cara yang baik pula.

·         Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Ini merupakan kehendak allah, tapi dalam hal inipun manusia masih dapat berusaha yaitu dengan kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat berupa usaha manusia mengatasi penderitaan itu.

·         Penderitaan yang timbul karena orang lain
Penderitaan ini biasa nya dapat disebabkan oleh orang lain yang ada di sekitar kita. Bisa juga teman, keluarga, tetangga, ataupun orang-orang yang berinteraksi dengan kita. Sebagai contoh penderitaan ini adalah di mana seorang pembantu rumah tangga yang selalu disiksa oleh majikan nya.

Manusia dan penderitaan


Dalam kamus besar bahasa Indonesia penderitaan berasal dari kata dasar derita yang mempunyai arti sesuatu yg menyusahkan yang ditanggung dalam  hati (spt kesengsaraan, penyakit). ia telah merasakan berbagai --;
men·de·ri·ta v menanggung sesuatu yg tidak menyenangkan: ia ~ penyakit asma;
ter·de·ri·ta v tertanggung; tertahan(kan): sakitnya tiada ~;
de·ri·ta·an n derita;
pen·de·ri·ta n orang yg menderita (kesusahan, sakit, cacat, dsb);
pen·de·ri·ta·an n keadaan yg menyedihkan yg harus ditanggung; penanggungan: aku tidak tega melihat ~ pengungsi.
Penderitaan dan kata derita.Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung.Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau bathin, atau lahir bathin. Yang termasuk penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain – lain.
Menurut kitab suci pada agama-agam yang ada penderitaan manusia dianggap sebagai peringatan bagi manusia. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

sumber : www.artikata.com

Keindahan dalam arti yang seluas-luasnya


Seperti yang telah saya tuliskan pada pembahasan yang sebelumnya di mana definisi keindahan sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan suatu objek, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena itu dalam menikmati atau merasakan suatu keindahan ada yang disebut dengan pengalaman subyektif, dikatakan bahwa keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.
Di dunia ini ada banyak sekali keindahan yang dapat dirasakan, Tuhan menciptakan kita (manusia : yang memiliki akal sehat, dan perasaan) untuk dapat merasakan berbagai keindahan yang ada di seluruh dunia. Keindahan itu tidak selalu saja identik dengan suatu objek atau benda ataupun hal-hal yang dapat dirasakan oleh panca indera saja. Keindahan juga dapat kita rasakan berdasarkan penilaian yang berasal dari perasaan atau jiwa, tanpa harus melihat dan merasakan objek tersebut dengan indera yang di miliki oleh manusia.
Keindahan yang ada di seluruh dunia ini sangat luas lingkup dan artinya. Berdasarkan pengalaman pribadi saya menilai bahwa keindahan adalah anugerah dari ALLAH. Ada banyak banyak keindahan yang saya sendiri sering merasakan nya. Seperti contoh sederhana saya masih bisa melihat apa yang ALLAH telah ciptakan di dunia, tetapi hal ini berbeda dengan keindahan buat teman-teman kita yang kurang beruntung yang tidak bisa melihat sejak lahir. Suatu waktu saya punya kesempatan  untuk bertanya kepada salah seorang yang tidak  bisa melihat sejak lahir “bagaimana menurut anda tentang apa yang disebut dengan keindahan? apakah anda tidak sedih tidak dapat melihat berbagai panorama indah yang telah diciptakan Tuhan?”, mereka hanya menjawab sambil tersenyum : “memang orang-orang seperti saya tidak pernah melihat segala sesuatu yang dikatakan indah oleh orang lain, bahkan sejak lahir saya sudah tidak mengetahui apa wujud dari cahaya matahari, warna pelangi, birunya lautan, indahnya pemandangan gunung, atau keindahan-keindahan lainnya yang dapat dilihat oleh mata manusia. Tetapi saya bahagia, saya masih bisa merasakan Keindahan Kasih dari ALLAH dengan kemurahan hati dan kebesaran-Nya saya masih di ijinkan untuk menghirup udara untuk bernafas, kami masih bisa mendengar suara kicau burung yang indah, kami masih mampu untuk berjalan ataupun menggunakan anggota kami tubuh saya yang lain, saya masih memiliki orang-orang yang peduli dengan saya, dan masih banyak lagi keindahan-keindahan yang diberikan oleh ALLAH kepada saya. Tapi satu hal yang paling INDAH dalam hidup saya adalah, saya masih diijinkan untuk mengenal DIA, memuji dan menyembah DIA, DIA yang sebagai sumber dari mana segala keindahan yang ada di dunia ini tercipta. Sekalipun keindahan itu buatan manusia tanpa kemurahan hati dan kebesaran ALLAH dengan memberikan ide, imajinasi, tenaga, dan kemampuan serta ijin untuk melakukannya, manusia tidak akan mampu membuat apa pun yang menurut manusia lainnya itu INDAH.”

Sejenak saya diam mendengar pernyataan teman tersebut, dengan segenap logika dan perasaan saya, saya coba kembali untuk menelaah kembali tentang apa yang diucapkan nya. Setelah menarik nafas panjang saya baru benar-benar sadar tentang sebuah arti keindahan yang berbeda dengan apa yang telah dipaparkan para ahli selama ini. Hal yang bisa saya tangkap, bahwa keindahan itu luas sekali arti dan lingkupnya tergantung pada siapa yang menilainya, tetapi satu hal yang paling penting adalah suatu pembelajaran tentang sumber dari semua keindahan yang ada di dunia ini adalah Tuhan. Sudah sewajarnya kita bersyukur hingga saat ini kita masih bisa merasakan keindahan-keindahan yang diberikan Tuhan kepada kita, dan sudah sangat pantas juga kita diwajibkan untuk menjaga keindahan-keindahan tersebut agar kelak anak cucu kita juga dapat menikmati keindahan-keindahan tersebut.

Pengertian kontemplasi dan ekstansi



Dalam arti katanya kontemplasi bisa diartikan sebagai renungan yang disertai
dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh, maka dapat kita simpulkan bahwa berkontemplasi adalah suatu keadaan di mana seseorang merenung dan berpikir dng sepenuh perhatian. Kontemplasi bertujuan untuk menciptakan sesuatu yang indah. Di kalangan umum kontemplasi diartikan sebagai aktivitas melihat dengan mata atau dengan pikiran untuk mencari sesuatu dibalik yang tampak atau tersurat misalnya, dalam ekspresi seseorang sedang berkontemplasi dengan bayang-bayang atau dirinya dimuka cermin
Kontemplasi dapat juga diartikan sebagai suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Dalam kehidupan sehari-hari orang mungkin berkontemplasi dengan dirinya sendiri atau mungkin juga dengan benda-benda ciptaan Tuhan atau dengan peristiwa kehidupan tertentu berkenaan dengan dirinya atau di luar dirinya.
       Ekstansi bertujuan untuk merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Ekstansi dapat diartikan sebagai dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda. Apabila kedua unsur tersebut digabungkan akan menciptakan penilaian yang indah. Keindahan yang didasarkan pada selera seni juga didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi.

Sumber : anggipay.blogspot.com

Nilai estetika



Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni.
Esetetika berasal dari Bahasa Yunani, αισθητική, dibaca aisthetike. Pertama kali digunakan oleh filsuf Alexander Gottlieb Baumgarten pada 1735 untuk pengertian ilmu tentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan. Pada masa kini estetika bisa berarti tiga hal, yaitu:
  1. Studi mengenai fenomena estetis
  2. Studi mengenai fenomena persepsi
  3. Studi mengenai seni sebagai hasil pengalaman estetis
Namun perubahan pola pikir dalam masyarakat akan turut memengaruhi penilaian terhadap keindahan. Misalnya pada masa romantisme di Perancis, keindahan berarti kemampuan menyajikan sebuah keagungan. Pada masa realisme, keindahan berarti kemampuan menyajikan sesuatu dalam keadaan apa adanya. Pada masa maraknya de Stijl di Belanda, keindahan berarti kemampuan mengkomposisikan warna dan ruang dan kemampuan mengabstraksi benda. Perkembangan lebih lanjut menyadarkan bahwa keindahan tidak selalu memiliki rumusan tertentu. Ia berkembang sesuai penerimaan masyarakat terhadap ide yang dimunculkan oleh pembuat karya. Karena itulah selalu dikenal dua hal dalam penilaian keindahan, yaitu the beauty, suatu karya yang memang diakui banyak pihak memenuhi standar keindahan dan the ugly, suatu karya yang sama sekali tidak memenuhi standar keindahan dan oleh masyarakat banyak biasanya dinilai buruk, namun jika dipandang dari banyak hal ternyata memperlihatkan keindahan.

Sumber : www.wikipedia.org

Perbedaan nilai ekstrinsik dan nilai intrinsik



Unsur intrinsik adalah hal-hal atau informasi, refrensi atau bahan2 dasar yang terkandung dalam sebuah karya hingga karya itu tercipta secara utuh. Unsur intrinsik dalam suatu objek, bisa berupa apa saja yang membentuk objek tersebut. lawan dari intrinsik adalah ekstrinsik. Yaitu, hal-hal atau informasi, refrensi atau materi dasar di luar karya tersebut yang ikut mendukung terciptanya sebuah karya. Biasanya unsur ekstrinsik ini berkaitan dengan gejolak atau situasi jaman yang mempengaruhi si seniman dalam menciptakan karyanya itu.
Tapi di lihat dari sudut pandang suatu objek dalam menilai keindahan nilai ekstrinsik dan intrinsik memiliki perbedaan sebagai berikut. Nilai ekstrinsik adalah nilai-nilai yang tidak dapat dinilai oleh panca indera, berkenaan aspek kejiwaan, filsafat atau psikologi, serba noumena, transendental. Nilai ekstrinsik hanya bisa dirasai oleh jiwa, intuisi dan naluri dengan pendekatan ilmu, filsafat, kebudayaan dan sisi pribadi individu. Berbeda dengan nilai intrinsik yang lebih kepada penilaian berdasarkan pada apa yang terlihat saja oleh mata dan imajinasi seseorang, tanpa mempertimbangkan aspek lain. Dengan kata lain nilai intrinsik adalah nilai-nilai yang berasal dari penilaian panca indera yang hanya berdasarkan pada logika.

Sumber : www.wikipedia.org

Keindahan sebagai suatu kualitas dan benda yang abstrak

Keindahan sebagai suatu kualitas dan benda yang abstrak

keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok , sedangkan pengertian kualitas adalah tingkat baik buruknya atau taraf atau derajat sesuatu. Dari kedua pengertian di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa keindahan sebagai kualitas adalah suatu keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok yang memiliki tingkatan baik atau buruk juga memiliki taraf atau derajat sesuai dengan sudut pandang suatu objek menilai kualitas dari suatu keindahan tersebut.
Kata benda Yunani klasik untuk "keindahan " adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk "indah" itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios,  kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti "jam." Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan "berada di jam (waktu) yang sepatutnya. Sedangkan Benda abstrak, benda yang kasat mata, tidak jelas, dan tidak terdefinisi. Dapat kita simpulkan keindahan juga dapat dilihat dari suatu objek yang yang tidak jelas, atau pun tidak dapat langsung dinikmati secara kasat mata, maupun dari objek-objek yang sulit atau mungkin tidak terdefinisi kan.
Hal ini bisa kita lihat seperti pada contoh kita dihadapkan pada suatu pagelaran lukisan modern yang bersifat abstrak, sebagai orang awam kita tentu saja menilai lukisan tersebut tidak memiliki nilai seni Karena hanya berupa coretan cat lukis yang berantakan, di sisi lain para pecinta lukisan abstrak mengagumi lukisan-lukisan tersebut dan menganggap lukisan tersebut memiliki nilai keindahan lebih dibandingkan dengan lukisan perspektif lainnya, inilah yang disebut terkadang suatu keindahan memiliki kualitas pada benda-benda abstrak.

Sumber : andiidian.blogspot.com

Manusia dan Keindahan

Manusia dan Keindahan

Pengertian Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari objek-objek yang ada di dunia yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan.. Objek-objek tersebut bisa mencakup dari manusia, hewan, tempat, atau gagasan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.
Oleh Karena itu manusia erat hubungan nya dengan keindahan, Karena di dunia ini manusia lah makhluk ciptaan yang memiliki akal dan dan pikiran untuk memberikan nilai terhadap sesuatu yang ada disekitarnya, termasuk di dalamnya apa yang disebut dengan keindahan.

Sumber : www.wikipedia.com & www.google.com